Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Cek Fakta: Mencium Kucing Sebabkan Infeksi Otak
    CekFakta

    Cek Fakta: Mencium Kucing Sebabkan Infeksi Otak

    Jane DoePublish date2026-04-16
    Murianews.com
    Share
    Facebook

    Berita



    Murianews, Kudus – Beredar unggahan video dengan narasi mencium kucing dapat menyebabkan infeksi otak. Setelah Tim Cek Fakta Murianews.com telusuri, narasi tersebut ternyata hoaks.



    Video dengan narasi mencium kucing dapat menyebabkan infeksi otak itu dibagikan akun Facebook bernama ”Angkara Messi” pada Senin (9/3/2026).



    ”Seberapa sering kamu cium kucing sampai otak berpotensi di bajak parasit?,” demikian narasi yang dibagikan.



    Dalam video itu menyebutkan, ada enam level tingkat keparahan dari infeksi tersebut. Di mana, pada tingkat terparah, infeksi itu akan mengubah perilaku penderitanya.



    Namun demikian, berdasarkan penelusuran, klaim yang menyebutkan mencium kucing dapat menyebabkan infeksi otak merupakan hoaks.



    Berikut hasil penelusuran selengkapnya.

    HASIL CEK FAKTA





    Tim Cek Fakta Murianews.com mencoba menelusuri klaim menggunakan alat pencarian Google dengan kata kunci ”mencium kucing dapat menyebabkan infeksi otak”.



    Hasilnya, tak ada artikel dari sumber kredibel yang menyebutkan mencium kucing dapat menyebabkan infeksi otak.



    Tim Cek Fakta Murianews.com justru mendapatkan banyak artikel yang membantah dan menyatakan klaim tersebut merupakan hoaks atau menyesatkan.



    Dikutip dari Tempo.co, Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Siti Gusti Ningrum menyebutkan, infeksi toksoplasmosis dari kucing tidak terjadi melalui kontak fisik seperti mencium, melainkan kotoran yang terkontaminasi parasit Toxoplasma gondii.



    Ia menjelaskan, infeksi dapat terjadi jika manusia tak sengaja menelan parasit dari feses kucing yang terinfeksi. Selain itu, risiko utama dari infeksi ini lebih pada gangguan kesehatan reproduksi ketimbang otak.



    Berdasarkan data Cornell University College of Veterinary Medicine menyebutkan, parasite Toxoplasma gondii dapat bertahan di lingkungan selama berbulan-bulan setelah keluar bersama kotoran kucing. Ia menjadi infektif dalam satu hingga lima hari.



    Disebutkan juga, penularan pada manusia lebih sering terjadi melalui makanan atau tanah yang terkontaminasi.



    Karenanya, menjaga kebersihan seperti mencuci tangan, menggunakan sarung tangan saat membersihkan kotoran, serta memastikan makanan matang dan bersih menjadi langkah utama pencegahan.



    Kesimpulan…

    KESIMPULAN



    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Murianews.com, klaim mencium kucing sebabkan infeksi otak merupakan disinformasi jenis misleading content atau konten menyesatkan.



    Faktanya, meski kucing merupakan inang parasit Toxoplasma, penularan ke manusia terjadi melalui kotoran, bukan kontak fisik seperti ciuman.



    Selain itu, infeksi ini lebih berisiko memengaruhi sistem reproduksi perempuan daripada menyebabkan gangguan otak.



    Hasil penelusuran Cek Fakta Murianews.com, klaim mencium kucing sebabkan inveksi otak adalah hoaks. (Dok. Murianews)

    Publish date : 2026-04-16

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.