Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Manipulated Content»CEK FAKTA: Benarkah Donald Trump Mengalami Stroke akibat Kalah Strategi Perang dengan Iran?
    Manipulated Content

    CEK FAKTA: Benarkah Donald Trump Mengalami Stroke akibat Kalah Strategi Perang dengan Iran?

    Jane DoePublish date2026-05-19
    Times Indonesia
    Share
    Facebook

    Berita

    Beredar sebuah unggahan video di media sosial Facebook yang mengeklaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengalami stroke akibat kekalahan strategi militer dalam konflik dengan Iran.

    Unggahan tersebut disertai narasi yang menyebut kondisi kesehatan Trump menurun drastis setelah mendapat tekanan politik dan kegagalan operasi di Timur Tengah.

    Berikut narasi yang beredar:
    “Akibat pecahnya pembuluh darah di otak, Trump mengalami stroke, ini diakibatkan karena kalah strategi perang dengan Iran.”

    Video tersebut memperlihatkan Trump yang tampak dikelilingi petugas keamanan dan segera dievakuasi dari sebuah acara resmi, sehingga menimbulkan kesan seolah-olah ia mengalami kondisi darurat medis.

    https://www.facebook.com/reel/1679025989912906

    Lantas, benarkah Donald Trump mengalami stroke akibat kalah strategi perang dengan Iran?

    HASIL CEK FAKTA

    Penelusuran Fakta

    Tim Cek Fakta melakukan penelusuran terhadap klaim tersebut dan tidak menemukan informasi resmi maupun pemberitaan dari media kredibel yang menyebut bahwa Donald Trump mengalami stroke.

    Tidak ada pula pernyataan dari White House, tim medis kepresidenan, ataupun sumber resmi pemerintah Amerika Serikat yang mengonfirmasi kabar tersebut.

    Penelusuran menggunakan fitur pencarian gambar dan video Google Lens menunjukkan bahwa rekaman yang digunakan dalam unggahan tersebut merupakan dokumentasi ketika Trump dievakuasi oleh agen United States Secret Service setelah terjadi insiden tembakan saat acara White House Correspondents’ Dinner di Washington, D.C., Amerika Serikat.

    Sumber: Tembakan di Kampanye Trump, Ini Kondisi Rival Biden Itu Sekarang  | Kompas TV

    Dalam peristiwa itu, petugas keamanan bergerak cepat mengamankan Trump sebagai bagian dari prosedur standar perlindungan presiden setelah muncul laporan situasi darurat.

    Video tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan kondisi stroke maupun dengan konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran.

    Selain itu, hingga saat ini Trump tetap aktif menjalani berbagai kegiatan publik dan tidak terdapat laporan medis resmi yang menyatakan dirinya mengalami gangguan kesehatan serius seperti stroke.

    Dengan demikian, narasi yang mengaitkan video tersebut dengan kekalahan strategi perang terhadap Iran tidak memiliki dasar fakta.

    KESIMPULAN

    Kesimpulan

    Klaim bahwa Donald Trump mengalami stroke akibat kalah strategi perang dengan Iran adalah tidak benar.

    Video yang beredar merupakan dokumentasi saat Trump dievakuasi oleh agen United States Secret Service setelah terjadi insiden keamanan dalam sebuah acara resmi di Washington, D.C.

    Tidak ada informasi resmi maupun laporan media kredibel yang menyatakan Trump mengalami stroke.

    Dengan demikian, klaim tersebut tergolong hoaks atau informasi menyesatkan.

    Rujukan

    https://www.kompas.tv/internasional/522320/tembakan-di-kampanye-trump-ini-kondisi-rival-biden-itu-sekarang

    Publish date : 2026-05-19

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.